KEWIRAUSAHAAN BAB 4

1.             Bagaimana cara memasuki dunia usaha? Berikan contoh pada pengusaha dan perusahaan yang saudara pilih tentang cara mereka memasuki dunia usaha!

2.             Jelaskan profil usaha kecil dan model pengembangannya! Berikan gambaran profil dan model pengembangan usaha oleh pengusaha dan perusahaan yang saudara pilih!

3. Bagaimana kerangka pengembangan usaha kecil? Berikan gambaran dari pengusaha dan perusahaan yang saudara pilih!

4. Jelaskan tantangan untuk mendirikan usaha baru! Berikan gambaran pada pengusaha dan perusahaan yang saudara pilih!

5. Jelaskan kegagalan dalam mendirikan usaha baru! Berikan gambaran kegagalan yang pernah dialami oleh pengusaha dan perusahaan yang saudara pilih!

6. Jelaskan rencana pengembangan usaha yang saudara pilih!

Jawaban Bab 4

1.       Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memulai atau memasuki dunia usaha yaitu :
a. Merintis usaha baru : yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal, ide,organisasi dan manajemen yang dirancang sendiri.

b. Membeli perusahaan orang lain (buying) yaitu dengan membeli perusahaan yang telah              didirikan atau dirintis atau diorganisir oleh orang lain dengan nama (goodwill) dan organisasi    usaha yang sudah ada.

c. Kerjasama Manajemen (Frachising) : kerjasama antara franchisee dengan franchisor     /parent company. Kerjasama ini biasanya: pemilihan tempat, rencana bangunan, peralatan,             pengendalian kualitas, riset.

Putra Sampoerna awalnya mewarisi bisnis keluarga nya dari ayahnya Aga Sampoerna pada tahun 1986, Aga memasuki dunia usaha dengan cara pertama yaitu dengan merintis usaha baru dengan mendirikan PT HM Sampoerna, Putra kemudian mengembangkan lini-lini bisnisnya dengan bergerak di bidang ritel dengan membeli/akuisisi Alfa dan merintis usaha baru yaitu perbankan meskipun pada akhirnya gagal.

2.       Menurut skala usaha, secara garis besarnya kelompok usaha dibagi dalam tiga bagian, yaitu usah kecil, menengah dan besar. Usaha kecil merupakan bentuk kegiatan ekonomi rakyat berskala kecil dan memenuhi krieteria kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan serta kepemilikan. Menurut UU No. 5 tahun 1995 tentang usaha kecil, maka yang dimaksud dengan pengusaha kecil apabila memenuhi syarat seperti berikut:
1. memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp 200 juta, (tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha),

2. memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp 1 milyar,
3. milik WNI,

4. berdiri sendiri, buka merupakan anak perusahaan.

5. berbentuk usaha perorangan.

Kriteria usaha kecil, adalah;

1.       manajemen berdiri sendiri, manajer adalah pemilik,

2.       modal disediakan oleh pemilik atau sekelompok kecil

3.       daerah operasi bersifat lokal,

4.       ukuran dalam keseluruhan relatif kecil.

3.       Kerangka Pengembangan usaha kecil berdasarkan hasil studi yang dilakukan oleh John Eggers dan Kim Leahy mengidentifikasi enam tahap pengembangan bisnis yaitu tahap konsepsi (conception), survival, stabilisasi, orientasi pertumbuhan, pertumbuhan yang cepat dan kematangan. Pada setiap tahap tersebut gaya kepemimpinan wirausahawan dan keterampilan yang diperlukan cenderung berubah. Menurut Lambing, ada dua keterampilan yang sangat diperlukan oleh pemilik perusahaan dalam rangka pengembangan perusahaan, yaitu manajemen personal dan manajemen keuangan.

5.       Ada beberapa sebab kegagalan dalam memilih bisnis baru, diantara adalah :

a.       Kurangnya obyektifitas

b.      Kurangnya kedekatan dengan pasar

c.       Pemahaman kebutuhan teknis yang tidak memadai

d.      Diabaikannya kebutuhan finansial

e.      Kurangnya diferensiasi produk

f.        Permasalahan terhadap masalah hukum yang tidak memadai

Pada masa kepemimpinan Putra Sampoerna, PT Sampoerna sempat bergerak di bidang perbankan dengan mendirikan Bank Sampoerna pada tahun 1980-an, bisnis ini gagal kemungkinan besar dikarenakan kurangnyanya diferensiasi produk perbankan pada saat itu, yang mengakibatkan kegagalan bersaing sehingga perusahaan baru ini kolaps, gabungan faktor-faktor lain diatas sedikit banyak akan memberikan efek tambahan bagi kegagalan usaha tersebut.

6. Untuk  tugas kewirausahaan semester ini, saya beserta kelompok akan mencoba memasarkan produk keripik karuhun beserta macam-macam varian nya yang diproduksi oleh karuhun.

sebagaimanayang telah ada karuhun diproduksi disukabumi, keripik karuhun sudah dikenal masyarakat dengan cita rasa yang pedas dan gurihnya sebagai makanan camilan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s